Monday, March 5, 2012

TUGAS I.B.D NO.1 JELASKAN PENGERTIAN I.B.D. ! (halaman 4)

12.Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13.Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14.Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15.Agar mampu memenuhi tuntutan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pendidikan.
Dari  kerangka tujuan yang telah dikemukakan tersebut diatas, dua masalah pokok biasa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian matakuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD).
Opini : Menurut saya, mata kulia IBD jangan hanya sebagai dipelajari saja, tetapi harus benar2 diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa. Karena sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sebagai makhluk individu & sosial, yang harus mampu menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan & sebagai manusia yang bebudaya, karena mahasiswa adalah kaum intelektual.
SUMBER : http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/modul-ibd/

TUGAS I.B.D NO.1 JELASKAN PENGERTIAN I.B.D. ! (halaman 3)

   c. Mcngusahakan wahana komunikasi para akademisi, agar mercka lebih mampu bcrdialog satu sama lain. Dengan mcmiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan dapat lebih lancar berkomunikasi. Kalau cara berkomunikasi ini selanjutnya akan lebih memperlancar pclaksanaan pembangunan dalam bcrbagai bidang keahlian. Mcskipun spcsialisasi sangat penting, spcsialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia scorang mahasiswa/sarjana menjadi tcrlalu sempit. Masyarakat yang pcrcaya pada pentingnya modcrnisasi tidak akan dapat memanfaat-kan sccara penuh sarjana-sarjana demikian, scbab proses modcrnisasi mcmerlukan orang yang bcrpandangan luas.
d. Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Jika diperinci, maka tujuan pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah:
1.Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
3.Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4.Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5.Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
6.Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7.Mcndukung dan mcngcmbangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8.Tidak terjerumus kepada sifat kedaarahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9.Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk mcnanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
10.Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
      11.Terjalin interaksi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.

TUGAS I.B.D NO.1 JELASKAN PENGERTIAN I.B.D. ! (halaman 2)

Ilmu Budaya Dasar (IBD) bertujuan tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat membcrikan pengetahuan dasar dan pemahaman umum tentang rancangan yang dikembangkan untuk mengkaji problematika antara manusia dengan kebudayaan. Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
a.       Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung  Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

b.      Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidag menjangkau tujuan tersebut di atas, diharapkan Ilmu Budaya Dasar dapat:
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2 .Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tcntang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mercka tcrhadap persoalan-persoalan yang mcnyangkut kedua hal tcrscbut.
3. Mcngusahakan agar mahasiswa sebagai caion pcmimpin bangsa dan ncgara, serta ahli dalatn bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini tcrjadi karcna ruang lingkup pendidikan kita amat dan condong mem-buat manusia spcsialis yang berpandangan kurang luas. Matakuliah ini berusaha menambah kcmampuan mahasiswa untuk menanggapi nilai-nilai dan masalah dalam masyarakat lingkungan mereka khususnya dan masalah seria nilai-nilai umumnya tanpa terlalu terikat oleh disiplin mereka.

TUGAS I.B.D NO.1 JELASKAN PENGERTIAN I.B.D. ! (halaman 1)

      1.JELASKAN PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR!
Ilmu Budaya Dasar (IBD) merupakan ilmu yang membcrikan pengetahuan dasar dan pemahaman umum tentang rancangan yang dikembangkan untuk mengkaji problematika antara manusia dengan kebudayaan. IBD diberikan di jenjang pendidikan perguruan tinggi yakni khususnya kaum intelektual yaitu mahasiswa, karena mereka memiliki pola berpikir yang lebih luas, lebih peka & lebih menyadari terhadap diri sendiri sebagai makhluk individu maupun sebagai bagian masyarakat (makhluk sosial) & juga nilai-nilai moral, kebudayaan.
Konsep mata kuliah IBD dalam bahasa Indonesia merupakan suatu pengembangan & pengganti dari istilah ilmu dalam bahasa Inggris yaitu “Basic Humanities” yang berasal ilmu “The Humanities” (Pengetahuan Kebudayaan). Kata Humanties pun berasal dari bahasa Latin yaitu Humanus; yang artinya adalah manusiawi, berbudaya, halus. Sehingga dengan mempelajari The Humanities, diharapkan seseorang tersebut ‘akan menjadi menjadi seorang individu yang lebih manusiawi, lebih berbudaya & lebih halus’ atau dapat disimpulkan dengan manusia yang memiliki nilai sebagai homo humanus; manusia yang berbudaya.
Agar lebih jelas kita perlu memahami perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) dengan Pengetahuan Budaya (The Humanities). Pengetahuan Budaya (The Humanities) hanya mencakup pengetahuan dari cabang disiplin ilmu seni & filsafat. Keahlian meliputi bidang: seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain.. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu ilmu yang membcrikan pengetahuan dasar dan pemahaman umum tentang rancangan yang dikembangkan untuk mengkaji problematika antara manusia dengan kebudayaan. Problematika yang terjadi dalam Ilmu Budaya Dasar (Basic Huamnities)membutuhkan pendekatan-pendekatan rasional yang sesuai dengan ilmu Pengetahuan Budaya (The Humanities). Kesimpulannya, IBD menggunakan pengertian, pemahaman & penalaran rasional yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran & kepekaan dalam mengkaji masalah yang terjadi antara manusia dengan kebudayaan.
Setelah mempelajari mata kuliah IBD ini, mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan sikap-sikap yang sesuai dengan nilai-nilai moral kebudayaan, antara lain :
a. Kemauan & kebiasaan untuk menyelidiki, meneliti, menelaah peristiwa yang terjadi disekitar lingkungannya.
b. Kesadaraan atas cara pandang & pola pikir yang dimiliki serta bagaimana hubungan nilai-nilai tersebut terhadap cara hidup kesehariannya.
c. Keberanian moral mempertahankan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dengan penuh tanggung jawab & menolak nilai yang bertolak belakang serta tidapk dapat untuk diterima.

Wednesday, November 23, 2011

TUGAS ISD MINGGU KE 9

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
SISTEM INFORMASI
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/e/e1/Gunadarma_Logo.JPG
MATA KULIAH :
ILMU SOSIAL DASAR

DOSEN :
IBU NINUK SEKARSARI

KELOMPOK 1:
ANGGOTA
N.P.M.
JAUMIL
HARIS HIMAWAN
 OMUHAMAD BAGOES IRAWAN
14111642
YONATAN PANDU KRISTANTO
17111565
SARAH HABIBAH
16111609
IVEEN HERMIAWAN
13111760
ASRIADITA LARASATI
11111263
PANCA HADI SURYA
15111487





Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
   Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut.
Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
1.            kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2.            kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3.            kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4.            kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5.            kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6.            kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7.            kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
8.            kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri
Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Permasalahan utama dalam tinjauan konflik ini adalah adanya jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan dan hasilnya kenyataan itu disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah atau penguasa sebagai pemegang kendali ideologi dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideologi.
  Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:

1. fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
2. fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.
    fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk):  

ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai.norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati.norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain.sanksi sudah menjadi lemahtindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok  

studi kasus  : di negara ini kebanyakan kepentingan yang harus nya didahulukan malah menjadi belakangan ,contohnya seperti kepentingan untuk rakyat kecil sepertinya tidak terlalu diutamakan malahan uang dipakai untuk pembangunan-pembangunan yang bisa ditunda 

opini : seharusnya semua sadar bahwa kita harus mementingan kepentingan yang lebih membutuhkan daripada untuk menghambur-hamburkan uang . dengan begitu kita dapat menghargai bagaimana cara membantu sesama

TUGAS ISD MINGGU KE 8

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
SISTEM INFORMASI
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/e/e1/Gunadarma_Logo.JPG
MATA KULIAH :
ILMU SOSIAL DASAR

DOSEN :
IBU NINUK SEKARSARI

KELOMPOK 1:
ANGGOTA
N.P.M.
JAUMIL
HARIS HIMAWAN
MUHAMAD BAGOES IRAWAN
14111642
YONATAN PANDU KRISTANTO
17111565
SARAH HABIBAH
16111609
IVEEN HERMIAWAN
13111760
ASRIADITA LARASATI
11111263
PANCA HADI SURYA
15111487


BAB VIII
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan

Pengertian ilmu     yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.   
Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya  adalah :
·        Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
·        Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
·        Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
·        Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
·        Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “.
·        Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
4 sikap ilmiah :
Sikap ingin tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiea; kebiasaan menggunakan alat indera  sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.

Sikap kritis :  Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan;  Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
 
Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
 
Sikap ingin menemukan :  Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya. 

studi kasus : presepsi mahasiswa tentang manfaat ilmu pengetahuan dalam masyarakt yaitu  ilmu pengetahuan mendorong mahasiswa untuk terbuka terhadap perubahan perkembangan ke arah kemajuan

opini : Ilmu pengetahuan sangatlah penting untuk semua orang untuk kesejahteraan seseorang, untuk pemerintah harus memperhatikan pendidikan diIndonesia agar banyak bantuan untuk anak yang tidak mampu bersekolah digratiskan. Karena Indonesia maju karena ada anak-anak yang pintar

TUGAS ISD MINGGU KE 7

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
SISTEM INFORMASI
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/e/e1/Gunadarma_Logo.JPG
MATA KULIAH :
ILMU SOSIAL DASAR

DOSEN :
IBU NINUK SEKARSARI

KELOMPOK 1:
ANGGOTA
N.P.M.
JAUMIL
HARIS HIMAWAN
MUHAMAD BAGOES IRAWAN
14111642
YONATAN PANDU KRISTANTO
17111565
SARAH HABIBAH
16111609
IVEEN HERMIAWAN
13111760
ASRIADITA LARASATI
11111263
PANCA HADI SURYA
15111487


BAB VII
Masyarakat perkotaan dan pedesaan

Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan dalam arti sempit, masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan lain sebagainya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan kenyataaan bahwa manusia sebagai makhluk sosial ada kecenderungan untuk melakukan kesalahan sesama manusia. Kecenderungan yang bersifat sosial ini selalu timbul pada diri setiap manusia ada sesuatu yang saling membutuhkan. Dari kenyataan ini kemudian timbullah suatu struktur antar hubungan yang beraneka ragam. Keragaman itu dalam bentuk kolektivitas-kolektivitas serta kelompok-kelompok dan pada tiap-tiap kelompok tersebut terdiri dari kelompok-kelompok yang lebih kecil. Apabila kolektivitas-kolektivitas itu dan kelompok-kelompok mengadakan persekutuan dalam bentuk yang lebih besar, maka terbentuklah apa yang kita kenal dengan masyarakat.

Pada setiap masyarakat, jumlah kelompok dan kesatuan sosial tidak hanya satu, disamping itu individu sebagai warga masyarakat dapat menjadi bagian dari berbagai kelompok dan atau kesatuan sosial yang hidup dalam masyarakat tersebut.



Syarat-Syarat menjadi Masyarakat
Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudia berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemasyarakatan.

Berdasarkan mata pencaharian.para pakar ilmu sosial membagi: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.

Berdasarkan struktur politiknya masyarakat dibagi:berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

STUDI KASUS :Pemukiman  diperkotaan merupakan produsen sampah terbesar , sumber sampah yang dominan berasal dari pemukiman, bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut ?

OPINI : Maysyarakat perkotaan/pemukiman harus mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan pemerintah harus berusaha untuk menumbuhkan rasa kepedulian yang besar terhadap sampah karena kalau tidak ditangani dengan optimal akan terjadi banjir dan merugikan banyak pihak.